Suka Mengonsumsi Makanan Berlemak? Intip Manfaatnya di Bawah Ini!

Gorengan? Opor? Rendang? Siapa yang tidak menyukai makanan berlemak? Makanan dengan cita rasa gurih yang bikin nagih.

Ternyata lemak memiliki peran yang penting dalam metabolisme tubuh? Lemak sendiri berfungsi untuk melarutkan vitamin yang ada.

Selain itu, ternyata ada manfaat lain dari mengonsumsi lemak untuk tubuh. Lalu apa saja manfaatnya? Tertarik untuk mengetahui lebih jauh? Jika iya, simak ulasan di bawah ini.

1. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh 
Menurut kutipan dari buku Good Calories karangan Dr Michael dan Dr Mary Eades, lemak tak jenuh yang ada dalam minyak kelapa dan juga mentega dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

Dengan mengonsumsi lemak tak jenuh dalam jumlah cukup, asam lemak jenuh justru akan berkurang cukup banyak sehingga mampu menghambat sel darah putih yang berfungsi untuk mengenali serta menghancurkan virus, bakteri, juga jamur yang masuk ke dalam sistem kekebalan tubuh yang ada.

2. Pelindung Organ Dalam 
Tubuh Kita terdiri dari beberapa organ dalam yang lunak dan rapuh. Sehingga membutuhkan perlindungan agar tidak rusak atau mengalami kegagalan akibat gangguan dari luar. Bukan hanya kulit dan tulang saja yang diperlukan untuk melindungi organ dalam, tapi juga lemak.

Baik itu lemak dalam bentuk tebal ataupun tipis, dapat dijadikan sebagai pelindung bagi organ dalam.

Bukan hanya itu, lemak juga memiliki fungsi untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil.

3. Cadangan Sumber Energi 
Selain karbohidrat, tubuh bisa mendapatkan energi dari lemak. Jika sewaktu waktu tubuh tidak mendapatkan asupan energi yang cukup, tubuh akan menggunakan lemak untuk tetap bertahan.

4. Meningkatkan Kesuburan 
Sudah bukan rahasia lagi jika tubuh yang tambun merupakan tubuh yang subur. Tapi apa alasannya?

Ternyata alasannya berada pada lemak yang ada di tubuh. Dalam hal ini, lemak berfungsi sebagai materi yang dapat melakukan sintesis terhadap beberapa jenis hormon yang ada, tidak terkecuali hormon kewanitaan.

Karenanya, menstruasi yang dialami akan teratur jika tubuh memiliki cukup lemak untuk mensistesis hormon kewanitaan.

5. Bahan Pembentuk Sel 
Sel di dalam tubuh manusia membutuhkan pelindung agar sel tersebut tidak rusak. Pelindung tersebut disebut dengan membran sel.

Membran sel tersebut bisa dibentuk melalui lemak yang ada. Konsumsi lemak yang cukup dapat membentuk membran sel dengan baik sehingga perlindungannya terhadap sel yang ada bisa maksimal.

Meskipun keberadaan lemak yang ada di dalam tubuh memiliki banyak manfaat, konsumsinya dalam jumlah berlebih tidak dibenarkan adanya.

Oleh karena itu, Kita harus mengonsumsi lemak dalam jumlah yang cukup juga diimbangi dengan makanan lainnya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Juga dilakukan bersama dengan olahraga dan istirahat teratur untuk menjaga tubuh tetap fit dan bugar.

Macam Macam Sate, Olahan Daging Khas dari Indonesia

Macam Macam Sate, Olahan Daging Khas dari Indonesia

Sate merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang sangat digemari bahkan untuk warga mancanegara sekalipun.

Mereka bahkan wajib menyantap olahan daging tusuk ini jika tengah berada di Indonesia.

Tidak heran jika saking enaknya, sate masuk ke dalam top 50 makanan terenak di dunia dengan posisi ke 14.

Meskipun terdengar hanya sebagai olahan daging tusuk, sate ternyata memiliki banyak macam yang berbeda di setiap daerahnya yang juga sudah disesuaikan rasanya dengan selera masyarakat di daerah tersebut.

Penasaran macam olahan sate seperti apa saja yang ada di Indonesia? Untuk memahaminya lebih lanjut, simak ulasan di bawah ini yuk!

1. Sate Madura 
‘Te.. Sate!’ Begitulah ketika abang penjual sate madura berkeliling dan menjajakan satenya. Tidak asing bukan?

Sate madura ini adalah sate yang paling banyak ditemui keberadaannya. Alasannya tidak lain tidak bukan karena rasanya yang khas indonesia dengan cita rasa manis ditambah dengan taburan bumbu kacang yang nikmat.

Meskipun bercita rasa manis, Kamu pencinta pedas tetap bisa menyantapnya. Karena biasanya sate ini akan dibumbui dengan potongan cabai rawit dan juga bawang merah sebagai pelengkapnya.

2. Sate Padang 
Padang tidak hanya terkenal dengan olahan rendangnya saja yang sudah mendunia, tapi juga rasa sate padang yang khas.

Sate khas dari padang ini biasanya dibuat dari bagian lidah, daging, ataupun jeroan sapi. Sebelum dibakar, daging yang sudah ditusuk akan diberi bumbu terlebih dahulu dan membiarkannya selama beberapa saat agar bumbunya meresap dengan baik.

Biasanya sate ini akan disajikan dengan bumbu kuning kental khas padang juga keripik balado yang gurih juga pedas.

3. Sate Klatak 
Pada dasarnya, orang jawa memiliki kecenderungan dengan makanan bercitarasa manis, meskipun tidak semuanya.

Namun hal ini kemudian memunculkan kuliner baru bernama sate klatak. Sate olahan daging kambing ini diberi nama demikian karena bunyi suaranya saat dibakar mirip dengan ‘klatak’.

Sate ini bercita rasa manis, gurih, juga kenyal saat dimakan.

4. Sate Taichan 
Sate yang sempat populer di media sosial ini sangatlah unik karena tidak membutuhkan banyak bumbu pada olahannya.

Hanya daging ayam yang ditusuk dan dibakar kemudian ditaburi dengan garam dan perasan jeruk nipis. Kemudian sate ini akan disajikan dengan sambal untuk menambah cita rasanya.

Belakangan ini bahkan muncul variasi baru dari sate taichan. Yakni satenya diolah dengan cara digoreng bukan dibakar seperti sate pada umumnya.

Bagaimana? Selain olahan daging sate di atas, masih ada olahan juga variasi sate lainnya yang tidak kalah sedap untuk dinikmati.

Meskipun berbeda dan memiliki banyak variasi, olahan sate tersebut tidak lepas dari rasa Indonesia yang khas akan rempah rempah aslinya. More model-busana.com

Tips Mengolah Daging Sapi Agar Empuk bagi Pemula

Tips Mengolah Daging Sapi Agar Empuk bagi Pemula

Mengolah daging sapi bagi seorang pemula itu gampang gampang susah. Jika salah sedikit saja daging sapi bisa alot dan juga bau amisnya menyengat.

Alhasil, banyak yang pada akhirnya merasa tidak pede dan berhenti belajar memasak daging sapi. Hal ini tentu bukan berita yang bagus. Karena untuk menghasilkan olahan daging yang tepat dengan bumbu yang meresap sempurna butuh belajar.

Nah sebagai pembelajaran dalam memasak daging, Kami akan memberikan beberapi tips yang bisa digunakan untuk memasak daging agar hasilnya menjadi empuk dan bumbunya bisa pas juga meresap dengan sempurna.

Penasaran dengan tips apa saja yang bisa digunakan? Simak ulasannya di bawah ini.

1. Hilangkan Bau Amis dengan Tepung 
Seperti yang kita ketahui, daging sapi memiliki bau amis yang sangat menyengat. Dan tentu akan mengganggu Kita jika memakannya dalam keadaan yang bau.

Karenanya, Kamu bisa menghilangkan bau amis tersebut dengan memercikkan tepung terigu yang sudah dicampur dengan air secara merata pada seluruh bagian daging. Kemudian diamkan selama satu hingga dua jam dan bilas hingga bersih menggunakan air bersuhu ruangan.

2. Kombinasikan Nanas, Jeruk Nipis, dan Jahe 
Cara yang satu ini sangatlah mudah untuk dilakukan. Kamu hanya perlu merendam daging sapi pada campuran nanas, jeruk nipis, dan jahe. Jangan sampai merendamnya lebih dari empat jam agar daging tidak terlalu lembek saat dimasak.

Bukan hanya membuatnya menjadi empuk, campuran bahan ini dapat memberikan bau dan rasa segar dari buah saat Kita mengonsumsinya. Dijamin pengalaman makan daging sapi Kamu akan lebih berkesan deh!

3. Masak dengan Temperatur dan Waktu yang Tepat 
Daripada memasak daging pada temperatur tinggi dan waktu yang cepat, Kita lebih disarankan untuk memasaknya dengan temperatur yang sesuai namun memerlukan waktu yang cukup lama.

Mengapa demikian? Memasak dengan temperatur tepat juga waktu yang cukup akan membuat daging sapi menjadi lebih empuk. Juga bumbu yang digunakan akan meresap dengan sempurna sampai ke serat serat dagingnya.

Karenanya, hal ini patut untuk diperhatikan agar hasil olahan daging sapi bisa pas rasa dan juga keempukannya.

Untuk memudahkanmu dalam melakukan proses ini, Kamu bisa menggunakan slow cooker yang bisa mengendalikan temperatur juga lama waktu yang dibutuhkan.

Menggunakan metode memasak dengan perlahan seperti ini juga tidak perlu menghawatirkan mengenai gizi yang dikandungnya. Karena gizi tersebut akan tetap terjaga keberadaannya dengan baik saat proses memasak yang memakan waktu cukup lama.

Bagaimana? Sekarang memasak daging bukan lagi menjadi hal sulit untuk dilakukan. Terlebih tips diatas bisa dilakukan oleh siapapun, termasuk pemula sekalipun. Untuk rasanya, Kamu bisa mengombinasikan rempah rempah asli Indonesia yang tidak kalah lezatnya.

5 Makanan Khas yang Wajib Hadir Saat Bulan Puasa

5 Makanan Khas yang Wajib Hadir Saat Bulan Puasa

Bulan puasa menjadi hal yang paling ditunggu tunggu oleh umat muslim di seluruh belahan dunia. Dengan semua keistimewaan dan juga perayaan yang ada, membuat bulan ramadhan menjadi mengesankan dan tidak terlupakan.

Bukan hanya keistimewaannya saja yang ditunggu tunggu oleh semua orang. Tapi juga berbagai makanan khas yang wajib untuk ada saat bulan ramadhan. Apa saja makanan tersebut? Penasaran? Berikut ini adalah 5 makanan khas pada bulan puasa yang wajib ada versi Kami.

1. Kurma
Kurma sangat identik dengan bulan ramadhan, apalagi mengingat sunnah rasul yang menganjurkan umatnya untuk membuka puasa dengan kurma.

Meskipun bisa ditemui kapan saja, buah ini sangat dicari-cari saat bulan ramadhan entah itu untuk dijadikan takjil ataupun pelengkap makanan lain.

Rasanya yang manis dan juga berbagai kandungan yang ada, buah kurma dapat menggantikan kadar gula darah setelah berpuasa seharian.

2. Kolak
Kolak menjadi makanan selanjutnya yang wajib untuk dihadirkan saat bulan puasa. Isian kolak sendiri bisa bermacam-macam bergantung kepada selera seseorang. Tapi isian kolak biasanya adalah pisang, ubi, labu, dan juga kolang kaling.

Dengan rasa manis dan isiannya tersebut kolak sangat cocok dijadikan sebagai makanan pembuka puasa.

3. Es Buah
Membayangkannya saat siang hari terasa sangat menyegarkan sekali bukan? Memang saat bukan bulan puasa pun banyak orang yang menjualnya, tapi sensasinya akan berbeda saat bulan ramadhan datang.

Es buah sendiri bisa dengan mudah dibuat sendiri di rumah, bahannya yang murah dan mudah didapat membuat semua orang tertarik untuk menyajikannya di rumah. Terlebih lagi rasanya yang manis asam dan juga segar sangatlah cocok untuk meredakan dahaga setelah berpuasa lebih dari 12 jam sehari.

4. Kicak
Bagi Kamu warga Yogja, makanan ini tentu sudah tidak asing lagi. Makanan khas yang terbuat dari beras ketan ini hanya akan muncul saat bulan ramadhan tiba.

Untuk membuatnya juga cukup mudah yakni dengan menanak beras ketan lalu haluskan hingga menyerupai jadah. Kemudian campur dengan buah nangka dan juga kelapa parut untuk pelengkapnya.

Saat mengonsumsinya, Kamu akan merasakan sensari manis dan juga harum buah nangka yang bikin nagih.

5. Sirup
Yang selanjutnya adalah sirup. Sudah tidak asing lagi jika sirup dijadikan sebagai ikon bulan ramadhan karena iklannya yang hanya akan muncul pada bulan tersebut.

Apalagi iklan sirup yang khas dengan pesan moral akan kebersamaan dan juga toleransi yang dikemas sebagai iklan bersambung yang muncul secara terpisah.

Ada banyak sekali makanan dan juga minuman yang wajib hadir saat bulan ramadhan ini. Rasanya yang khas menjadi keistimewaan yang sensasinya hanya bisa dirasakan saat bulan puasa tiba.

Jalani Hidup Sehat, Ini Macam Macam Diet yang Bisa Kamu Coba

Jalani Hidup Sehat, Ini Macam Macam Diet yang Bisa Kamu Coba

Diet merupakan salah satu metode yang banyak ditempuh oleh banyak orang entah itu karena alasan kesehatan ataupun sekadar memperbaiki penampilan.

Karena tingginya minat akan hal ini, maka muncullah berbagai metode berbeda yang bisa dijajal sebagai upaya untuk diet.

Apa saja cara tersebut? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak ulasan mengenai macam macam diet di bawah ini.

1. Diet Ketofastosis 
Diet yang satu ini hanya menggunakan banyak protein hewani untuk memenuhi kebutuhan energi dalam tubuh penggunanya.

Dengan menghindari karbohidrat dan juga makanan tinggi lemak. Jika Kamu adalah penyuka sayuran, cara ini bukanlah cara yang tepat untuk dipilih karena Kita hanya akan mengonsumi makanan yang berasal dari hewani. Salah satunya adalah ayam, daging sapi, keju, susu, ikan, telur dan masih banyak lagi.

2. Diet OCD 
Diet OCD (Obsessive Combuzier’s Diet) merupakan salah satu jenis diet yang sistemnya mirip dengan puasa.

Enaknya adalah Kamu bisa mengonsumsi makanan apapun yang Kamu suka. Tapi tentu masih dalam porsi yang wajar dan tidak berlebihan.

Diet ini dilakukan secara bertahap. Waktu yang bisa digunakan untuk makan semakin hari semakin sedikit. Misalnya saja pada awal awal Kamu menerapkan 8 jam untuk makan dan sisanya berpuasa atau hanya boleh minum air putih saja untuk menghindari dehidrasi.

Lalu beberapa hari kemudian waktu untuk makan tersebut menyusut menjadi 6 jam, dan selanjutnya 4 jam.

Jenis diet ini diklaim menjadi cara yang paling efektif untuk menurunkan berat badan meskipun mengonsumsi makanan yang disukai.

3. Diet 5:2 
Dengan memilih diet 5:2 Kamu hanya bisa makan selama 5 hari dalam seminggunya, sedangkan 2 hari lainnya digunakan untuk berpuasa.

Selain bagus untuk membentuk tubuh, diet ini juga memiliki dampak yang positif terhadap kesehatan seseorang termasuk menghindarkannya dari risiko alzheimer dan juga dimensia pada masa tua, juga meningkatkan kemampuan kognitif otak dan usia harapan seseorang.

Sama seperti diet OCD, diet jenis ini juga membebaskan Kita untuk mengonsumsi makanan apapun asalkan masih dalam porsi yang sewajarnya.

4. Diet Paleo 
Banyak orang yang mengatakan bahwa jenis diet ini sangat sulit untuk dilakukan secara konstan mengingat menunya yang sangat terbatas.

Seseorang yang menjalani diet ini hanya boleh mengonsumsi sayuran, daging tanpa lemak, ikan, buah buahan, minyak nabati, kacang kacangan, serta telur yang usianya masih dibawah 6 minggu.

Bukan hanya menunya yang sangat terbatas, diet ini juga melarang Kita untuk mengonsumsi beberapa makanan seperti biji sereal, ubi, berbagai olahan susu, dan makanan olahan lainnya.

Bisa dibayangkan bagaimana susahnya menjaga agar diet ini tetap terlaksana setiap harinya.

Tentu dalam melakukan diet tersebut Kita harus memilih mana yang paling tepat untuk diterapkan, mengingat kebutuhan dan kondisi tubuh seseorang dengan yang lainnya berbeda.